EKONOMI MIKRO; Aplikasi dalam Bidang Agribisnis

Buku referensi ini dimaksudkan sebagai pendukung perkuliahan bagi mahasiswa S-1 pada Jurusan Agribisnis. Dalam buku referensi ini, penulis mencoba menjelaskan konsep-konsep ekonomi mikro. Materi dalam buku ini berupa cuplikan dari beberapa buku teks dan beberapa hasil penelitian yang dilakukan mengenai ekonomi mikro dalam bidang agribisnis.

Secara umum ilmu ekonomi atau ekonomika dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan adanya alat-alat pemuas kebutuhan yang langka (scarce). Pengertian lain bahwa ilmu ekonomi mempelajari bagimana cara setiap individu atau segolongan masyarakat mengalokasikan sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Keterbatasan sumber daya seperti alat produksi, konsumsi, barang dan jasa menyebabkan perlu adanya pilihan rasional untuk memenuhi kebutuhan secara optimal. Yang dimaksud dengan manusia disini adalah produsen, konsumen sekaligus pemilik faktor-faktor produksi. Karena alat-alat pemuas (sumber daya) terbatas maka manusia harus berusaha memaksimumkan kepuasannya baik produsen maupun konsumen. Karena sumber daya yang dimiliki masyarakat terbatas atau langka, maka kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa juga akan terbatas. Akibat kelangkaan (scarcity), seluruh masyarakat menghadapi berbagai masalah ekonomi yaitu: What (Apa). Apa itu pengertian Ekonomi?. Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Oikos” yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan “nomos” yg berarti “aturan”. Dan secara garis besar bisa di artikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “menejemen rumah tangga”.

Who (Siapa). Siapa pelaku Ekonomi di dunia?. 1). Rumah Tangga Konsumsi/RTK. Rumah Tangga Konsumsi adalah pemilik atau penyedia jasa dari berbagai faktor produksi. 2). Rumah Tangga Produksi / Perusahaan. Rumah Tangga Produksi adalah suatu organisasi yang dibuat bertujuan untuk membuat barang dan jasa yang di butuhkan masyarakat. Atau bisa di sebut tempat berlangsungnya produksi. 3). Pemerintah. Suatu lembaga pemerintah atau badan pemerintah yg memiliki wewenang dan tugas mengatur ekonomi dan 4). Masyarakat Luar Negeri. Peran Masyarakat Luar Negeri yaitu perdagangan, pertukaran tenaga kerja, penanaman modal, pemberian pinjaman, dan pemberian bantuan.

When (Kapan). Kapan ekonomi lahir?. Ekonomi lahir pada abad ke-18, ketika Adam Smith menulis sebuah buku yang diberi judul an inquiry into the nature causes of the wealth of nation. Buku tersebut membahas tentang ekonomi dalam suatu sistematika. Where (Dimana). Dimana terjadi kegiatan ekonomi?. Kegiatan ekonomi umumnya belangsung di tempat-tempat ramai, instansi resmi ataupun tidak resmi. Misalnya: perusahaan/perkantoran, pasar, sawah, dan lain-lain.

Why (Mengapa). Mengapa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi?. Ilmu ekonomi sangat penting karena kita dapat belajar mempergunakan sumber daya yang semakin langka, untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat, agar sumber daya tersebut dapat digunakan secara efisien.

How (Bagaimana). Bagaimana cara menanggulangi kelangkaan sumber daya?. A). Menyusun skala prioritas kebutuhan. Untuk menanggulangi kelangkaan membutuhkan skala prioritas untuk menyusun keperluan berdasarkan kepentingannya, dan dari kebutuhan yang paling mendesak. B). Berprilaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif. C). Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan sumber daya manusia. D). Mengelola dan mendayagunakan modal secara tepat guna.


Antologi Cerpen; Lika Liku Kehidupan

Syukur Alhamdulillah editor panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas selesainya buku antologi cerpen “Lika-liku Kehidupan” yang ditulis oleh siswa tuna rungu di SLB Negeri Pembina Makassar Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Realitas yang terjadi dewasa ini adalah semakin meningkatnya penyandang disabilitas dari tahun ke tahun. Baik tuna daksa, tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara, maupun autis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum tahun 2015, mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas ketika mengetahui dirinya dalam keadaan cacat, maka akan menimbulkan depresi, penolakan, dan kecemasan bahkan sampai melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, dilakukanlah pelatihan menulis cerpen oleh para mahasiswa. Cerita pendek dianggap mampu memberikan sensasi, karena penuangannya penuh dengan imajinasi dan dikemas secara sederhana.

Kumpulan cerpen yang berjudul “Lika Liku Kehidupan” merupakan produk yang dihasilkan dari Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat, yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra. Antologi Cerpen ini, berisi kisah hidup yang benar-benar nyata dari penyandang disabilitas khususnya tuna rungu yang ada di SLB Negeri Pembina Makassar Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan terbitnya kumpulan hasil karya siswa tuna rungu ini, diharapkan dapat membangkitkan semangat dan motivasi agar tetap berkarya. Antologi Cerpen ini, merupakan bentuk kepedulian mahasiswa bagi penyandang disabilitas yang mengalami penurunan mental akibat kekurangan yang dimiliki. Selain itu, juga melatih kreativitas anak tuna rungu dalam menulis karya sastra yang dapat menginspirasi banyak orang.

Semoga karya sastra ini, bermanfaat bagi pembaca. Akhirnya, segala apa yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

____    Dr. Sulastriningsih, Djumingin, M.Hum.

Suatu hari Aku dilahirkan pada bulan Januari, saat Aku dilahirkan Aku mendengar sesuatu yang tidak seorang pun yang bisa mendengarnya. Ketika Aku tumbuh seusia anak-anak SD, Aku bisa mengobrol dengan mereka semua, menceritakan sesuatu yang lucu dan bermain pada pagi hari sampai malam itu membuatku senang dan bahagia. Tetapi, orang tuaku memarahiku di karenakan bermain pada pagi hari dan pulang di malam hari itu membuat mereka khawatir. Jadi, mereka berdua memarahiku tapi amarahnya itu Aku abaikan, karena Aku ingin memiliki banyak moment yang bahagia. Keesokan harinya, Aku keluar dari rumah untuk bermain petak umpet bersama teman. Saat Aku bermain petak umpet, Aku bersembunyi di rumah tetanggaku. Teman-temanku yang lain sudah ditemukan. Namun, Aku belum ditemukan. Teman-temanku sudah mencariku di mana-mana, teman-temanku berteriak “sudah cukup, keluarlah kawan, Aku sudah lelah mencarimu“.

Sirene tornado, Aku mengetahui suara itu. Suara itu adalah suara pemadam kebakaran yang membasmi api dan itupun membuat diriku senang mendengar suara itu, tetapi tiba-tiba saja Aku pingsan.

Tiga jam kemudian di rumah sakit.Aku mulai sadar, tetapi kesadaranku ini membuat diriku tak ingat apa-apa soal kejadian itu. Aku melihat kedua orang tuaku, mereka berdua menghampiriku.

ILMU USAHATANI; TEORI DAN PENERAPAN

Prof. Bachtiar Rivai (1980) mendefinisikan usahatani sebagai organisasi dari alam, kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian. Organisasi ini ketatalaksanaannya berdiri sendiri dan sengaja diusahakan oleh seorang atau sekumpulan orang, segolongan sosial, baik yang terikat genologis, politis maupun teritorial sebagai pengelolanya.

Menurut Soekartawi (1995) bahwa ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dikatakan efektif bila petani dapat mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki sebaik-baiknya, dan dapat dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut mengeluarkan output yang melebihi input.

Sebaliknya menurut Mosher (1968), Usahatani merupakan pertanian rakyat dari perkataan farm dalam bahasa Inggris.Dr. Mosher memberikan definisi farm sebagai suatu tempat atau sebagian dari permukaan bumi di mana pertanian diselenggarakan oleh seorang petani tertentu, apakah ia seorang pemilik, penyakap atau manajer yang digaji. Atau usahatani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat pada tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tanah dan air, perbaikan-perbaikan yang dilakukan atas tanah itu, sinar matahari, bangunan-bangunan yang didirikan di atas tanah itu dan sebagainya.

Menurut Prawirokusumo (1990) Ilmu usahatani merupakan ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana membuat atau menggunakan sumber daya secara efisien pada suatu usaha pertanian, peternakan, atau perikanan. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana membuat dan melaksanakan keputusan pada usaha pertanian, peternakan atau perikanan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

Usahatani adalah salah satu kegiatan mengorganisir sarana produksi dan teknologi dalam suatu usaha yang menyangkut dibidang pertanian untuk menghasilkan suatu komoditas pertanian. Salah satu ciri usahatani adalah adanya ketergantungan kepada keadaan alam dan lingkungan. Oleh sebab itu, untuk memperoleh produksi yang maksimal, petani harus mampu memadu faktor-faktor produksi tenaga kerja, pupuk, dan bibit yang digunakan. Ketiga faktor produksi ini saling berkaitan satu sama lain dalam mempengaruhi produksi untuk menghasilkan produktivitas yang baik dan optimal.

Petani sebagai pelaku utama, ternyata dalam beberapa hasil penelitian justru pengetahuan mereka tentang teknologi, analisis usahatani itu sendiri sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani yang cukup lama yang membuat mereka masih sulit mengadopsi inovasi teknologi pertanian yang sudah maju. Bukan hanya dari segi teknik dan peralatan usahatani, tetapi juga dari inovasi sistem budidaya usahatani yang baru.

INTI SARI SOSIOLOGI PERTANIAN

Setiap manusia sejak lahir di dunia, telah berhubungan dengan orangtua, meningkat usianya bertambah luas pergaulannya dengan manusia lain di dalam masyarakat. Selama hidupnya, telah menjadi anggota masyarakat dan sudah memiliki pengalaman-pengalaman dalam hubungan sosial atau hubungan antar manusia. Mereka menyadari bahwa kebudayaan dan peradaban merupakan bagian dari pengalaman-pengalaman dalam suatu hubungan sosial.

Secara sepintas manusia mengetahui bahwa mereka memiliki persamaan-persamaan, sedangkan dalam hal lain mereka memiliki sifat-sifat yang khas antara individu yang satu dengan yang lain. Semuanya merupakan pengetahuan yang bersifat sosiologis karena ikut sertanya mereka di dalam hubungan-hubungan sosial dan membentuk kebudayaan masyarakatnya dan kesadaran akan adanya kebersamaan dan perbedaan dengan orang-orang lain memberikan gambaran tentang objek yang dipelajari yaitu sosiologi.

Pemikiran terhadap masyarakat lambat laun mendapat bentuk sebagai suatu ilmu pengetahuan yang kemudian dinamakan sosiologi, pertama kali terjadi di benua Eropa. Sosiologi pada tahun 1839 berasal dari kata latin socius yang berarti “kawan” dan kata Yunani logos yang berarti “kata” atau “berbicara”. Jadi sosiologi “berarti berbicara mengenai masyarakat”.

Sejarah sosiologi berasal dari ilmu filsafat yang lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan. Sosiologi menjadi ilmu berdiri sendiri karena meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Sosiologi, menurut Comte, harus dibentuk berdasarkan pengamatan terhadap masyarakat bukan merupakan spekulasi.

Sosiologi pertanian merupakan cabang dari ilmu sosiologi, yang merupakan suatu disiplin ilmu yang lahir dan berkembang di Eropa (khususnya di Jerman). Sosiologi Pertanian lahir dan berkembang sebagai respon terhadap perkembangan yang terjadi di Barat-Utara saat ini, khususnya dengan semakin menipisnya perbedaan antara desa dan kota.

Menurut Ulrich Planck (1990), sosiologi pertanian membahas fenomena sosial dalam bidang ekonomi pertanian. Sosiologi pertanian sebenarnya sama dengan sosiologi pedesaan, tetapi hanya sejauh penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja.sosiologi pertanian adalah penduduk yang bertani tanpa memperhatikan tempat tinggal. Selanjutnya menurut Ulrich Planck (1990), sosiologi pertanian adalah undang-undang pertanian, organisasi sosial  pertanian (struktur pertanian), usaha pertanian, bentuk organisasi pertanian, terutama koperasi pertanian, dan sebuah aspek penting yakni posisi petani dalam masyarakat.

Sosiologi pertanian memfokuskan mempelajari tentang aspek-aspek sosial kehidupan masyarakat pedesaan antara lain mencakup proses-proses, interaksi dan struktur yang terjadi di masyarakat pedesaan yang sebagian besar berprofesi dalam bidang pertanian.

Adapun tujuan sosiologi pertanian adalah sebagai berikut:

  1. Memahami masyarakat pedesaan dan masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan menelaah hubungan-hubungannya.
  2. Memahami dan menganalisis tingkah laku, sikap, perasaan, motif dan kegiatan petani yang pada umumnya hidup dilingkungan pedesaan, sehingga memperbaiki kehidupan masyarakat pedesaan dan pertanian pada khususnya.

Sedangkan kegunaan sosiologi pertanian adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan data mengenai struktur pedesaan. Kecenderungan dan perkembangan sosial, harapan, dan tuntutan meraka dalam perencanaan.
  2. Sosiologi pertanian dapat membantu para policy maker dalam menentukan kebijakan pembangunan pertanian.

MENCINTAI TANPA DICINTAI

Kisah ini menceritakan tentang seorang lelaki yang sangat mencintai Tuhannya, kemudian dialihkan perhatiannya oleh seorang wanita yang mampu meluluhkan hatinya. Setelah wanita itu mendapatkan hati sang lelaki, wanita itu pun tidak menghiraukannya. Perasaan lelaki itu terbawa olehnya, sampai wanita itu menikah, lelaki itu tak mampu mencari penggantinya.

SEPERTI LEBAH

Seekor lebah telah memendam perasaan cinta kepada sang bunga. Di hari ini pujangga pemendam perasaan cinta pada pujaannya, merasakan cintanya.

“Hari ini merupakan hari yang terendah dalam hidupku dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.” tulis Zain di sekolah pukul 09.10 pagi, saat Zain duduk di kelas XI IPA di MA SEJATI.

“Rasa ini telah memaksaku meninggalkan hal-hal mengenai ketinggian ingatan pada Tuhanku, yaitu dzikir kepada-Nya setiap detik sampaiku mati, bahkan menulis puisi untuk-Nya, sampai pada prinsip hidup untuk-Nya semata, dan berusaha menyambung hidup untuk-Nya, tetapi kini kau telah mengalihkan ingatanku itu Yati.

“Rasa ini, bagiku mengkhianati diriku sendiri, menyuruhku ingkar dari perjanjianku bersama Tuhanku, Sang Pencipta penuh cinta yang selalu kucintai dalam hidupku dan selalu meridhoi setiap langkahku.

“Rasa ini akan menjadi lawan terberatku, seperti menjadi musuhku tetapi di lain sisi menjadi sahabatku.

“Rasa ini telah hilang, pergi entah ke mana. Harapanku, semoga cinta pada Tuhanku ini pindah ke hatiku yang paling dalam, serta cinta kepadamu Yati, berada di hatiku juga, tetapi di pinggirannya saja, jangan sampai kau lebih dalam, dan akhirnya nanti saya ditenggelamkan olehmu.

“Rasa ini seakan membunuhku, namun kutetap lebih hidup dengan-Nya. Sesuatu yang selamanya kekal dalam teori cintaku pada manusia, akan tetapi dalam prakteknya ternyata cinta kepadamu Yati, telah menggesernya.

“Diri ini seakan terpisah pada jarak yang tidak terputus oleh apa pun, namun saat kau berada di sisiku Yati, di dekatmu terasa semakin jauh cinta kepada Tuhanku.

“Diri ini, kurasakan gembira menyambut cintamu, namun tidak pada malaikat pencatat amal baikku. Tetapi ku tak mampu juga melawan godaan cinta remaja ini, hebatnya mampu menggangguku, merayuku, hingga membodohkanku.

“Raga ini, seperti memancarkan cahaya begitu indahnya waktu tetap bersama Tuhanku, mengalahkan indahnya gemerlap emas yang berkilauan, akan tetapi cintamu lebih menuntunku menjalani hidup dalam rasa ketagihan wangi tubuhmu, sebagai ujian untuk mencapai kecintaan yang hakiki.” lamunan Zain yang berasal dari hati dan pikirannya.

“Waktunya jam istirahat!” sound di sekolah membangunkan lamunan Zain.

“Ah.., sudah istirahat! Apa saja yang kita pelajari dari mata pelajaran fisika tadi Murad? apa materi yang dijelaskan Ibu guru? Bisa kau jelaskan padaku?” tanya Zain pada teman sebangkunya.

“Kau tadi memperhatikan, kenapa tanya padaku? kau kan jago Fisika. akh, kau ini mengujiku ya? mau memperlihatkan kepintaranmu padaku?” jawab Murad.

“Tidak Murad, saya betul-betul tidak mengerti pelajaran ini, tadi itu saya lagi berpikir.”

“Tuh, kau ini, sudah berpikir begitu, pasti kau tahulah.”

“Yang kupikirkan bukan fisika, tapi…”

“Tapi, ah pasti kau memikirkan mie siram kan di kantin.”

“Iya, begitulah, ya sudahlah! Lupakan soal pelajaran itu. Ayo ke kantin!” Zain mengakhiri percakapan.

Zain adalah seorang siswa yang rajin. Di kelas XI dia menjabat sebagai Ketua OSIS sekaligus Ketua Kelas. Namun dia berwatak tertutup dalam hal kehidupan cintanya, dia memendamnya, dan menganalisanya sendiri.

Dia tidak mau dicap sebagai siswa yang terlibat pergaulan bebas cinta-cintaan seperti remaja seusianya. Apalagi dia merasa menjadi contoh bagi teman-temannya di sekolah.

Amanah menjadi ketua OSIS dan Ketua Kelas bukanlah hal yang ringan, dia patut menjaga diri agar sebisa mungkin pergaulan bebas bisa dikurangi oleh teman seusia, dengan memberikan contoh pada dirinya. Itulah sebabnya walau kepada Murad yang teman sebangkunya sejak kelas X, Zain tidak mampu memberitahunya.

“Waktunya Jam ke 7!” sound Sekolah.

Sebagai ketua kelas, Zain harus mengecek absen guru yang akan masuk mengajar mata pelajaran selanjutnya.

“Murad, saya ke kantor dulu mencari ibu. Kau di sini saja, jangan biarkan teman-teman berkeliaran di luar kelas! nanti kepala sekolah marah kalau sampai melihat. Catat saja namanya yang melawan.” tegas Zain kepada Murad.


PENGANTAR PERLINDUNGAN TANAMAN

Dalam proses budidaya tanaman banyak kendala yang kita hadapi, salah satu kendala tersebut adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Salah satu contoh serangan penyakit yang pernah dicatat dunia internasional adalah penyakit hawar daun kentang yang ditimbulkan oleh cendawan Phytophthora infestans. Penyakit ini mempunyai makna sejarah yang penting di Eropa, karena pada periode tahun 1830-1845 penyakit ini menimbulkan kerusakan pada pertanaman kentang di Eropa. Kerusakan yang ditimbulkan penyakit tersebut menimbulkan kelaparan besar di Irlandia dan beberapa Negara di Eropa yang mengakibatkan ratusan ribu penduduk meninggal. Peristiwa ini dikenal sebagai The Great Famine (Romero dan Erwin, 1969; Semangun, 1989). Sejak saat itu, penyakit ini telah menjadi kendala utama produksi tanaman kentang terutama di daerah yang beriklim sejuk dan lembab.

Sudah sejak lama keberadaan herbivora yang kemudian kita sebut sebagai hama berada di bumi. Pada zaman Nabi Musa telah diceritakan dalam kitab suci Al Quran bahwa salah satu bentuk teguran Allah SWT terhadap keangkuhan firaun kala itu adalah ladang gandum yang begitu luas diserang oleh belalang sehingga penduduk mesir gagal panen. Inilah sejarah tertua mengenai serangan hama terhadap tanaman yang dibudidayakan oleh manusia.

Untuk kasus di Indonesia, pada tahun 1980-an pohon lamtoro didatangkan dari Amerika ke Indonesia. Secara tidak sengaja, kutu loncat Heteropsylla cubana yang merupakan hama lamtoro juga terikut dan mengakibatkan daun-daun lamtoro mati. Keberadaan hama tersebut sulit dikendalikan karena merupakan hama baru di Indonesia. Usaha pengendalian kutu loncat lamtoro dilakukan dengan cara mendatangkan predator Curinus coeruleus Mulsant yang berasal dari Hawai karena merupakan predator dari kutu loncat Heteropsylla cubana. Kasus tersebut kemudian meningkatkan kewaspadaan pemerintah Indonesia dalam memasukkan tanaman baru ke dalam negara kita karena satu serangga mampu menghancurkan hamparan tanaman jika kondisi lingkungannya sesuai dan memungkinkan mereka berkembangbiak hingga populasinya melebihi ambang batas. Jika hal tersebut terjadi, maka akan terjadi outbreak sehingga gagal panen yang berujung pada stabilitas pangan penduduk.

Dua contoh di atas menunjukkan bahwa betapa pentingnya menjaga tanaman budidaya dari ancaman, seperti hama ataupun penyakit. Tanaman bukan hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tanaman juga merupakan satu-satunya produsen bagi makhluk hidup lainnya dimuka bumi yang bisa dimanfaatkan sebagai penghasil oksigen, bahan baku obat-obatan, kosmetika, tekstil, bahan papan dan sumber keindahan (tanaman hias).

Contah Surat Perjanjian Penerbitan

Surat Perjanjian Penerbitan

Antara Penerbit INTI MEDIATAMA dengan Penulis

Nomor: [nomor surat]

 

Pada hari ini, tanggal [tanggal perjanjian], yang bertanda tangan di bawah ini:

  1. Ahmad Mawardi, dalam hal ini bertindak sebagai perwakilan Penerbit CV. INTI MEDIATAMA yang pada Surat Perjanjian Penerbitan disebut Pihak Pertama.
  2.    [nama penulis] : Penulis naskah buku “[judul buku]” beralamat di [alamat penulis], yang pada Surat Perjanjian Penerbitan disebut Pihak Kedua.
  3. Bersepakat untuk mengadakan perjanjian sebagai berikut:

Pasal 1

Kesepakatan Perjanjian antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua adalah dalam kegiatan penerbitan naskah buku berjudul “[judul_buku]”, yang merupakan karya Pihak Kedua dengan memakai ISBN dari Penerbit INTI MEDIATAMA.

 Pasal 2

Pihak Kedua menjamin Pihak Pertama bahwa Naskah yang akan diterbitkan merupakan hasil karyanya sendiri dan isinya tidak mengandung unsur pornografi, menyinggung SARA, dan hal-hal yang melanggar hukum atau norma.

Pasal 3

  1. Pihak Pertama tidak akan menjual atau mengedarkan buku karya Pihak Kedua tanpa persetujuan dari Pihak Kedua.
  2. Jika Pihak Kedua meminta Pihak Pertama untuk menjual dan mengedarkan bukunya, baik dalam bentuk cetak atau E-book maka semua biaya pengadaannya ditanggung oleh Pihak Kedua. Mengenai ketentuan yang berhubungan dengan poin ini akan dibuat sebuah surat kontrak penerbitan baru yang ditandatangani kedua belah pihak di atas meterai.

   Pasal 4

  1. Isi seluruh naskah buku di luar tanggung jawab Pihak Pertama. Oleh karenanya, apabila ada permasalahan hukum yang bersangkutan dengan isi buku maka Pihak Pertama lepas dari tanggung jawab.
  2. Pihak Pertama akan menyerahkan buku yang sudah diterbitkan sebanyak tiga eksemplar ke Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah. Sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak Dan Karya Rekam (Pasal 2)

Serah Simpan Karya Cetak dan karya Rekam

3. Hal-hal yang tercantum pada materi cara penerbitan buku di website Penerbit yang pernah dipublish mempunyai kekuatan hukum seperti pasal-pasal dalam Surat Perjanjian Penerbitan ini.

4. Hal-hal yang belum tercantum dalam Surat Perjanjian Penerbitan akan dibicarakan dan diputuskan oleh kedua belah pihak dan keputusan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Surat Perjanjian Penerbitan.

5. Bila antara kedua belah pihak terjadi perbedaan pendapat dalam pelaksanaan perjanjian maka akan diadakan musyawarah secara baik-baik.

6. Surat Perjanjian Penerbitan ini secara keseluruhan maupun parsial tidak terpisah dari ketentuan-ketentuan Penerbit,  termasuk paket-paket penerbitannya.

Tentang ISBN

PENGERTIAN ISBN

ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

FUNGSI ISBN

  1. Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
  2. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku
  3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London

STRUKTUR ISBN

Nomor ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN didepannya. Nomor tersebut terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan struktur sebagai berikut:

Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9

  • Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978
  • Kode kelompok (group identifier) = 602 (Default)
  • Kode penerbit (publisher prefix) = 8519
  • Kode Judul (title identifier) = 93
  • Angka pemeriksa (check digit) = 9
Terbitan yang dapat diberikan ISBN:
  1. Buku tercetak (monografi) dan pamphlet
  2. Terbitan Braille
  3. Buku peta
  4. Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif
  5. Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD
  6. Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet)
  7. Salinan digital dari cetakan monograf
  8. Terbitan microform
  9. Software edukatif
  10. Mixed-media publications yang mengandung teks
Terbitan yang tidak dapat diberikan ISBN:
  1. Terbitan yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.)
  2. Iklan
  3. Printed music
  4. Dokumen pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik)
  5. Kartu ucapan
  6. Rekaman musik
  7. Software selain untuk edukasi termasuk game
  8. Buletin elektronik
  9. Surat elektronik
  10. Permainan
Pencantuman ISBN

ISBN ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:

ISBN 978-602-8519-93-9

Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:

  1. Bagian bawah pada sampul belakang (back cover)
  2. Verso (dibalik halaman judul) (halaman copyright)
  3. Punggung buku (spine) untuk buku tebal , bila keadaan memungkinkan

Sumber: http://isbn.perpusnas.go.id/Home/InfoIsbn

Kumpulan Puisi Umar Pallanyu

BOCAH KECIL

Bocah kecil
Berbaju dekil
Datang padaku
Di bulan merah jambu
Dari rumah ke rumah melangkah
Tidak mengenal lelah
Segenggam pengharapan
Demi bisa makan

Bocah kecil
Berbaju dekil
Berjalan gontai
Di jalanan ramai
Matanya menari-nari
Sambil mencari-cari
Di atas air yang keruh
Bermandikan peluh

Kau begitu polos dan lugu
Memandang kotamu yang membisu
Kembali ke kolong jembatan
Tanpa masa depan

Karya Umar Pallanyu
LATAMBAGA

Latambaga demikian namanya
Seekor kuda berwarna tembaga
Yang lahir di daerah maiwa
Sangat kuat karena terpelihara
Oleh Si Pemilik  kuda

Kuda itu tugasnya cukup berat
Barang dagangan yang harus dia angkut
Dari desa-desa yang berbukit-bukit
Jangkauannya memang sulit
Demi yang namanya duit

Itulah tugasnya mengangkut bermacam beban
Dari satu desa ke desa yang lain
Usianya juga bertambah dari tahun ke tahun
Seirama dengan tenaganya yang mulai menurun
Ditambah matanya yang sudah rabun

Di suatu pagi kuda itu bertugas seperti biasa
Melalui perbukitan berbatu cadas dengan tuannya
Untuk menyenangkan majikannya
Tapi tulang dan ototnya tak lagi seperti sediakala

Di sebuah tanjakan kuda itu nampak terhayung
Nafasnya menderu sambil berjuang
Seolah ingatannya mulai hilang
Setelah pandangannya berkunang-kunang
Lalu terhempas ke batu sembari mengerang

Majikan pun mengayunkan cambuk ke punggungnya
Sang kuda tak bergeming dari tempatnya
Dia sangat kelelahan karena tak berdaya
Karena usianya memang cukup tua

Pada saat mulai melemah nafasnya
Nampak berkelejat tubuhnya
Matanya membelalak terbuka
Kemudian diam selama-lamanya

Karya Umar Pallanyu

Buku Kumpulan Puisi Umar Pallanyu ini merupakan kumpulan dari puisi-puisi yang dibuat oleh ayahanda Umar Pallanyu yang juga seorang guru. Semasa hidup, beliau mempelajari dan mulai menulis puisi-puisinya sejak tahun 2003 dan 2004, hingga berlanjut pada 2012 sampai puisi terakhirnya di 2013. Tim Penyusun Inti Media mengumpulkan puisinya dalam buku ini.

Beliau menempuh pendidikan Sarjana Muda pada Jurusan Pendidikan Sosial di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Enrekang. Beliau mengabdikan diri sebagai Guru dan mengajar Bahasa Inggris di SMP sejak tahun 1971 dan pensiun di tahun 2007. Beliau dikenal sebagai guru yang sangat tegas, disiplin dan relijius.

Hobinya yang suka menulis, membaca buku dan mendengarkan syair-syair lagu klasik membuatnya tertarik untuk belajar menulis puisi. Puisi-puisinya tergolong puisi lama dan bersajak. Disajikan secara sederhana, berisi cerita dan nasehat-nasehat tentang kehidupan.

Serah Simpan Karya Cetak dan karya Rekam

UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1990
TENTANG SERAH-SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM
BAB II
KEWAJIBAN SERAH – SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM
Pasal 2
Setiap penerbit yang berada di wilayah negara Republik Indonesia, wajib menyerahkan 2 (dua) buah cetakan dari setiap judul karya cetak yang dihasilkan kepada Perpustakaan Nasional, dan sebuah kepada Perpustakaan Daerah di ibukota propinsi yang bersangkutan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah diterbitkan.
 

 

UU Nomor 4 Tahun 1990

Perpustakaan Nasional RI

 

Apabila buku sudah diterbitkan harap diserahkan setiap judul 2 eksemplar ke Perpustakaan Nasional RI dan 1 eksemplar ke Perpustakaan Daerah di ibukota propinsi dimana buku diterbitkan sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak Dan Karya Rekam (Pasal 2)

Alamat pengiriman buku:

Perpustakaan Nasional RI
Direktorat Deposit Bahan Pustaka
Subdirektorat Deposit
Gedung E Lt.7
Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 – Indonesia

Sumber: https://isbn.perpusnas.go.id/