Model Pengelolaan Mangrove Berbasis Ekologi dan Ekonomi

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang berperan penting bagi keberlanjutan kehidupan berbagai biota yang hidup di wilayah pesisir. Salah satu fungsi ekologis ekosistem mangrove yang paling penting dalam bidang perikanan adalah sebagai penyedia unsur hara bagi ekosistem perairan pesisir  dan sekitarnya (Dahuri et al., 1996). Pada umumnya organisme air baik organisme air tawar maupun organisme air asin memanfaatkan  ekosistem mangrove sebagai habitat baik bersifat paten maupun bersifat sementara atau transit.

Ekosistem mangrove mempunyai berbagai fungsi yang sangat kompleks baik secara ekologis maupun secara ekonomis serta sosial. Ekosistem mangrove  dalam memainkan peranan ekologisnya sebagai penyangga antara ekosistem daratan dan lautan yang saling berinteraksi dengan ekosistem pesisir lainnya, seperti estuaria, padang lamun dan terumbu karang menyebabkan ekosistem mangrove rentan terhadap perubahan baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif (Bengen 2004).

Sejak awal tahun 1980  udang windu menjadi primadona dan menempati urutan kedua komoditi ekspor setelah migas sebagai devisa negara Indonesia, sehingga dari tahun ke tahun  mengalami peningkatan permintaan dari berbagai negara pengimpor. Untuk memenuhi permintaan dari berbagai negara tersebut, maka dilakukan berbagai upaya dalam meningkatkan produksi udang windu baik melalui penangkapan di laut maupun melalui usaha budidaya di tambak (Poernomo 1992).

Namun secara bersamaan dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 39 tahun 1980, tentang larangan pengoperasian pukat harimau di perairan umum Indonesia yang bertujuan untuk menjaga kelestarian sumberdaya hayati perairan khususnya udang windu, membuat produksi udang windu melalui usaha penangkapan di laut mengalami penurunan. Satu-satunya alternatif untuk meningkatkan produksi udang windu guna memenuhi permintaan dari berbagai negara pengimpor adalah usaha budidaya udang di tambak baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi (Nurdjana 1985).

Kedua upaya tersebut diatas telah membawa dampak negatif terhadap penurunan kualitas lingkungan perairan pesisir baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Upaya ekstensifikasi telah berdampak terhadap penurunan luasan ekosistem mangrove di Indonesia. Sedangkan upaya intensifikasi telah berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan perairan pesisir berupa pencemaran air yang akan menjadi salah satu pemicu terjadinya eutrofikasi (Damar, 2008).

Luas ekosistem mangrove di Indonesia setiap tahun mengalami penurunan karena dikonversi untuk berbagai peruntukan yaitu: pada tahun 1982 seluas 5.209.543 ha, tahun 1987 seluas 3.235.700 ha, tahun 1993 seluas 2.496.185 ha, dan tahun 1999 seluas  2.346.414 ha. Berdasarkan data ini menunjukkan bahwa selama 17 tahun  (1982-1999) luas ekosistem mangrove di Indonesia mengalami penurunan sekitar 54% atau 3.2% pertahun (Sofyan, 2001).

Secara umum lahan tambak bekas budidaya intensif diIndonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, mengalami kekurangan unsur hara. Halini terjadi sebagai dampak dari penggunaan berbagai bahan kimia yang tidakdibarengi dengan pengelolaan ramah lingkungan yang menekankan bagaimana memanfaatkansumberdaya alam secara ekonomi optimal dan secara ekologi berkelanjutan.

Buku ini berjudul Model Pengelolaan Mangrove Berbasis Ekologi dan Ekonomi, merupakan suatu model pengelolaan  yang mengintegrasikan pengelolaan hutan mangrove dan budidaya tambak berbasis daya dukung lingkungan dan kelayakan usaha yang menyelaraskan kelestarian fungsi ekologi dan fungsi ekonomi.

Buku ini menyajikan serangkaian materiyang diharapkan membawa pembaca untuk memahami kondisi wilayah pesisir saatyang ini telah mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat berbagaipemanfaatan yang tidak ramah lingkungan. Didalambuku ini juga diulas tentang keterkaitan ekosistem mangrove, padang lamun danterumbu karang dari aspek fisik, kimia dan biologi, serta nilai manfaat ekonomiekosistem mangrove ditinjau dari aspek  ekologi,ekonomi dan sosial. Bagian akhir dari buku ini mengulas tentang bagaimanamemanfaatkan sumberdaya ekosistem mangrove yang secara ekonomis menguntungkan dansecara ekologis berkelanjutan dengan  menyajikandesain model pengelolaan mangrove yang mengintegrasikan kelestarian fungsiekologi dan ekonomi.