Pengantar Ilmu Pertanian Berkelanjutan

Pertanian adalah sejenis proses produksi yang didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman dan hewan (Satari, 1999). Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan ekonomi. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, mesin pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian. Usahatani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh “petani tembakau” atau “petani ikan”. Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan karena sektor – sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Pertanian akan selalu memerlukan bidang permukaan bumi yang luas yang terbuka terhadap sorotan sinar matahari. Pertanian rakyat diusahakan di tanah-tanah sawah, ladang dan pekarangan. Di dalam pertanian rakyat hampir tidak ada usahatani yang memproduksi hanya satu macam hasil saja. Dalam satu tahun petani dapat memutuskan untuk menanam tanaman bahan makanan atau tanaman perdagangan. Alasan petani untuk menanam bahan makanan terutama didasarkan atas kebutuhan makan untuk seluruh keluarga petani, sedangkan alasan menanam tanaman perdagangan didasarkan atas iklim, ada tidaknya modal, tujuan penggunaan hasil penjualan tanaman tersebut dan harapan harga.

Buku ini memberikan gambaran tentang kondisi pertanian di Indonesia pada umumnya. Selain itu tulisan dalam buku ini sebagai pengantar para pembaca khususnya mahasiswa yang akan mempelajari/mendalami ilmu-ilmu pertanian secara umum merupakan buku yang sangat berarti bagi berbagai pihak, baik bagi mahasiswa fakultas pertanian semua jurusan, terlebih bagi jurusan Agribisnis serta orang yang tertarik untuk mengerti tentang pertanian. Buku ini juga memberikan dasar-dasar pemahaman mengenai ilmu pertanian yang diperlukan bagi mahasiswa yang belajar ilmu pertanian, khususnya pada tingkat S-1. Mengingat cakupan ilmu pertanian yang luas, maka yang dibahas dalam buku ini dikhususkan pada pertanian berkelanjutan dan model pertanian berkelanjutan, dibahas dimulai dari sejarah timbulnya pertanian sampai Pertanian Berkelanjutan dan Pembangunan Pedesaan. Buku ini dibagi menjadi beberapa gatra utama yaitu: (1) sejarah perkembangan pertanian, yang membahas mengenai sistem pertanian berpindah hingga penggunaan bioteknologi, (2) unsur-unsur pertanian, membahas mengenai proses produksi, petani dan usahatani, (3) syarat pembangunan pertanian,  membahas mengenai pasar, teknologi, sarana dan transportasi, (4) faktor pelancar pembangunan pertanian, (5) pembangunan pertanian dan pembangunan ekonomi, membahas mengenai transformasi structural dan leading sektor, (6) kebijakan pembangunan pertanian, membahas mengenai kebijakan agribisnis dan agroindustri, (7) tantangan pertanian industrial, (8) model system pertanian berkelanjutan, (9) paradimagma baru pertanian, (10) pembangunan pertanian dan pembangunan pedesaan.

Teknologi Pengolahan Sayuran

Sayuran sebagai salah satu hasil pertanian yang memiliki banyak manfaat yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan metabolisme tubuh serta pencernaan yang sehat. Sayuran juga mengandung banyak vitamin, mineral dan serat yang cukup baik bagi tubuh dan kesehatan manusia.
Sekalipun banyak orang yang menganggap bahwa rasa sayuran itu pahit dan kurang sedap untuk dikonsumsi. Tetapi jika melihat ke belakang bahwa budaya makan sayuran sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan sebelum ada ilmu tentang gizi yang memberitahu manfaatnya bagi kesehatan.
Kita bisa memulai dengan cara mengolahnya menjadi semakin enak, contoh yang paling mudah dengan salad, pecel, atau mungkin sampai rujak sayur dan masih banyak lagi yang lain. Bagaimana jadinya jika manusia makan tanpa sayuran? Tentu saja kita harus mengkonsumsi sayuran setiap hari meski tidak banyak. Sayuran yang kita makan tidak perlu mahal atau yang sulit ditemukan karena sebenarnya banyak jenis sayuran yang murah, bergizi, dan mudah untuk ditemukan dimana dan kapan saja setiap saat.

Buku ini disusun dan dipersiapkan sebagai salah satu pelengkap yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam memperdalam ilmu di bidang pertanian. Isi buku ini menyajikan tentang bagaimana jenis-jenis sayuran yang dapat diolah menjadi produk sehingga dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lebih lama serta memiliki nilai ekonomis.

Analisis Usahatani Perikanan Nelayan Patorani

Latar Belakang Pembangunan Sektor Perikanan di Indonesia tidak terlepas dari definisi Perikanan itu sendiri. Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya. Mulai dari pra produksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran. Semua kegiatan dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Pengertian ini termaktub dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

Potensi besar perikanan budidaya dapat dilakukan pada (1) budidaya laut terdiri dari budidaya ikan, moluska dan rumput laut; (2) budidaya air payau; (3) air tawar yang terdiri dari perairan umum (danau, waduk, sungai dan rawa), kolam air tawar dan mina padi sawah (KKP, 2010). Perikanan memberikan kontribusi terhadap PDB berdasarkan harga berlaku selama periode 2004-2008 berkisar 2,15% – 2,77% (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2008).

Menurut Kurniawan (2010) pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, tidak boleh dipandang sebagai hanya sebagai cara untuk menghilangkan kemiskinan dan pengangguran. Karena sektor kelautan dan perikanan merupakan basis perekonomian nasional. Maka sudah sewajarnya jika sektor perikanan dan kelautan ini dikembangkan menjadi sektor unggulan dalam kancah perdagangan internasional. Dengan demikian, dukungan sektor industri terhadap pembangunan di sektor perikanan dan kelautan menjadi suatu hal yang bersifat keharusan. Karena itu, pembangunan perikanan dan kelautan dan industri bukanlah alternatif yang dipilih. Namun adalah komplementer dan saling mendukung baik bagi input maupun output. Hal ini menjadi latar belakang pembangunan sektor perikanan di Indonesia.

Ilmu usahatani dapat diartikan sebagai kegiatan pertanian rakyat yang terhimpun dari berbagai sumber daya alam (Dr. Mosher). Pengertian usahatani adalah pengelolaan sumber tenaga kerja, sumber daya alam, permodalan dan kemampuan lainnya untuk menghasilkan suatu produk pertanian secara efektif dan efisien (Kadarsan).

Memperhatikan beberapa ahli yang menyebtkan beberapa pengertian tentang usahatani, dapat dikatakan bahwa usaha tani adalah segala bentuk pengorganisasian dan pengelolaan aset serta tata cara yang dilakukan dalam bidang pertanian dengan tujuan untk meningkatkan kesejahteraan dan memperbaiki taraf hidup para petani.



Model Pengelolaan Mangrove Berbasis Ekologi dan Ekonomi

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang berperan penting bagi keberlanjutan kehidupan berbagai biota yang hidup di wilayah pesisir. Salah satu fungsi ekologis ekosistem mangrove yang paling penting dalam bidang perikanan adalah sebagai penyedia unsur hara bagi ekosistem perairan pesisir  dan sekitarnya (Dahuri et al., 1996). Pada umumnya organisme air baik organisme air tawar maupun organisme air asin memanfaatkan  ekosistem mangrove sebagai habitat baik bersifat paten maupun bersifat sementara atau transit.

Ekosistem mangrove mempunyai berbagai fungsi yang sangat kompleks baik secara ekologis maupun secara ekonomis serta sosial. Ekosistem mangrove  dalam memainkan peranan ekologisnya sebagai penyangga antara ekosistem daratan dan lautan yang saling berinteraksi dengan ekosistem pesisir lainnya, seperti estuaria, padang lamun dan terumbu karang menyebabkan ekosistem mangrove rentan terhadap perubahan baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif (Bengen 2004).

Sejak awal tahun 1980  udang windu menjadi primadona dan menempati urutan kedua komoditi ekspor setelah migas sebagai devisa negara Indonesia, sehingga dari tahun ke tahun  mengalami peningkatan permintaan dari berbagai negara pengimpor. Untuk memenuhi permintaan dari berbagai negara tersebut, maka dilakukan berbagai upaya dalam meningkatkan produksi udang windu baik melalui penangkapan di laut maupun melalui usaha budidaya di tambak (Poernomo 1992).

Namun secara bersamaan dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 39 tahun 1980, tentang larangan pengoperasian pukat harimau di perairan umum Indonesia yang bertujuan untuk menjaga kelestarian sumberdaya hayati perairan khususnya udang windu, membuat produksi udang windu melalui usaha penangkapan di laut mengalami penurunan. Satu-satunya alternatif untuk meningkatkan produksi udang windu guna memenuhi permintaan dari berbagai negara pengimpor adalah usaha budidaya udang di tambak baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi (Nurdjana 1985).

Kedua upaya tersebut diatas telah membawa dampak negatif terhadap penurunan kualitas lingkungan perairan pesisir baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Upaya ekstensifikasi telah berdampak terhadap penurunan luasan ekosistem mangrove di Indonesia. Sedangkan upaya intensifikasi telah berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan perairan pesisir berupa pencemaran air yang akan menjadi salah satu pemicu terjadinya eutrofikasi (Damar, 2008).

Luas ekosistem mangrove di Indonesia setiap tahun mengalami penurunan karena dikonversi untuk berbagai peruntukan yaitu: pada tahun 1982 seluas 5.209.543 ha, tahun 1987 seluas 3.235.700 ha, tahun 1993 seluas 2.496.185 ha, dan tahun 1999 seluas  2.346.414 ha. Berdasarkan data ini menunjukkan bahwa selama 17 tahun  (1982-1999) luas ekosistem mangrove di Indonesia mengalami penurunan sekitar 54% atau 3.2% pertahun (Sofyan, 2001).

Secara umum lahan tambak bekas budidaya intensif diIndonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, mengalami kekurangan unsur hara. Halini terjadi sebagai dampak dari penggunaan berbagai bahan kimia yang tidakdibarengi dengan pengelolaan ramah lingkungan yang menekankan bagaimana memanfaatkansumberdaya alam secara ekonomi optimal dan secara ekologi berkelanjutan.

Buku ini berjudul Model Pengelolaan Mangrove Berbasis Ekologi dan Ekonomi, merupakan suatu model pengelolaan  yang mengintegrasikan pengelolaan hutan mangrove dan budidaya tambak berbasis daya dukung lingkungan dan kelayakan usaha yang menyelaraskan kelestarian fungsi ekologi dan fungsi ekonomi.

Buku ini menyajikan serangkaian materiyang diharapkan membawa pembaca untuk memahami kondisi wilayah pesisir saatyang ini telah mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat berbagaipemanfaatan yang tidak ramah lingkungan. Didalambuku ini juga diulas tentang keterkaitan ekosistem mangrove, padang lamun danterumbu karang dari aspek fisik, kimia dan biologi, serta nilai manfaat ekonomiekosistem mangrove ditinjau dari aspek  ekologi,ekonomi dan sosial. Bagian akhir dari buku ini mengulas tentang bagaimanamemanfaatkan sumberdaya ekosistem mangrove yang secara ekonomis menguntungkan dansecara ekologis berkelanjutan dengan  menyajikandesain model pengelolaan mangrove yang mengintegrasikan kelestarian fungsiekologi dan ekonomi.

EKONOMI MIKRO; Aplikasi dalam Bidang Agribisnis

Buku referensi ini dimaksudkan sebagai pendukung perkuliahan bagi mahasiswa S-1 pada Jurusan Agribisnis. Dalam buku referensi ini, penulis mencoba menjelaskan konsep-konsep ekonomi mikro. Materi dalam buku ini berupa cuplikan dari beberapa buku teks dan beberapa hasil penelitian yang dilakukan mengenai ekonomi mikro dalam bidang agribisnis.

Secara umum ilmu ekonomi atau ekonomika dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan adanya alat-alat pemuas kebutuhan yang langka (scarce). Pengertian lain bahwa ilmu ekonomi mempelajari bagimana cara setiap individu atau segolongan masyarakat mengalokasikan sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Keterbatasan sumber daya seperti alat produksi, konsumsi, barang dan jasa menyebabkan perlu adanya pilihan rasional untuk memenuhi kebutuhan secara optimal. Yang dimaksud dengan manusia disini adalah produsen, konsumen sekaligus pemilik faktor-faktor produksi. Karena alat-alat pemuas (sumber daya) terbatas maka manusia harus berusaha memaksimumkan kepuasannya baik produsen maupun konsumen. Karena sumber daya yang dimiliki masyarakat terbatas atau langka, maka kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa juga akan terbatas. Akibat kelangkaan (scarcity), seluruh masyarakat menghadapi berbagai masalah ekonomi yaitu: What (Apa). Apa itu pengertian Ekonomi?. Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Oikos” yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan “nomos” yg berarti “aturan”. Dan secara garis besar bisa di artikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “menejemen rumah tangga”.

Who (Siapa). Siapa pelaku Ekonomi di dunia?. 1). Rumah Tangga Konsumsi/RTK. Rumah Tangga Konsumsi adalah pemilik atau penyedia jasa dari berbagai faktor produksi. 2). Rumah Tangga Produksi / Perusahaan. Rumah Tangga Produksi adalah suatu organisasi yang dibuat bertujuan untuk membuat barang dan jasa yang di butuhkan masyarakat. Atau bisa di sebut tempat berlangsungnya produksi. 3). Pemerintah. Suatu lembaga pemerintah atau badan pemerintah yg memiliki wewenang dan tugas mengatur ekonomi dan 4). Masyarakat Luar Negeri. Peran Masyarakat Luar Negeri yaitu perdagangan, pertukaran tenaga kerja, penanaman modal, pemberian pinjaman, dan pemberian bantuan.

When (Kapan). Kapan ekonomi lahir?. Ekonomi lahir pada abad ke-18, ketika Adam Smith menulis sebuah buku yang diberi judul an inquiry into the nature causes of the wealth of nation. Buku tersebut membahas tentang ekonomi dalam suatu sistematika. Where (Dimana). Dimana terjadi kegiatan ekonomi?. Kegiatan ekonomi umumnya belangsung di tempat-tempat ramai, instansi resmi ataupun tidak resmi. Misalnya: perusahaan/perkantoran, pasar, sawah, dan lain-lain.

Why (Mengapa). Mengapa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi?. Ilmu ekonomi sangat penting karena kita dapat belajar mempergunakan sumber daya yang semakin langka, untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat, agar sumber daya tersebut dapat digunakan secara efisien.

How (Bagaimana). Bagaimana cara menanggulangi kelangkaan sumber daya?. A). Menyusun skala prioritas kebutuhan. Untuk menanggulangi kelangkaan membutuhkan skala prioritas untuk menyusun keperluan berdasarkan kepentingannya, dan dari kebutuhan yang paling mendesak. B). Berprilaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif. C). Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan sumber daya manusia. D). Mengelola dan mendayagunakan modal secara tepat guna.


ILMU USAHATANI; TEORI DAN PENERAPAN

Prof. Bachtiar Rivai (1980) mendefinisikan usahatani sebagai organisasi dari alam, kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian. Organisasi ini ketatalaksanaannya berdiri sendiri dan sengaja diusahakan oleh seorang atau sekumpulan orang, segolongan sosial, baik yang terikat genologis, politis maupun teritorial sebagai pengelolanya.

Menurut Soekartawi (1995) bahwa ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dikatakan efektif bila petani dapat mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki sebaik-baiknya, dan dapat dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut mengeluarkan output yang melebihi input.

Sebaliknya menurut Mosher (1968), Usahatani merupakan pertanian rakyat dari perkataan farm dalam bahasa Inggris.Dr. Mosher memberikan definisi farm sebagai suatu tempat atau sebagian dari permukaan bumi di mana pertanian diselenggarakan oleh seorang petani tertentu, apakah ia seorang pemilik, penyakap atau manajer yang digaji. Atau usahatani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat pada tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tanah dan air, perbaikan-perbaikan yang dilakukan atas tanah itu, sinar matahari, bangunan-bangunan yang didirikan di atas tanah itu dan sebagainya.

Menurut Prawirokusumo (1990) Ilmu usahatani merupakan ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana membuat atau menggunakan sumber daya secara efisien pada suatu usaha pertanian, peternakan, atau perikanan. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana membuat dan melaksanakan keputusan pada usaha pertanian, peternakan atau perikanan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

Usahatani adalah salah satu kegiatan mengorganisir sarana produksi dan teknologi dalam suatu usaha yang menyangkut dibidang pertanian untuk menghasilkan suatu komoditas pertanian. Salah satu ciri usahatani adalah adanya ketergantungan kepada keadaan alam dan lingkungan. Oleh sebab itu, untuk memperoleh produksi yang maksimal, petani harus mampu memadu faktor-faktor produksi tenaga kerja, pupuk, dan bibit yang digunakan. Ketiga faktor produksi ini saling berkaitan satu sama lain dalam mempengaruhi produksi untuk menghasilkan produktivitas yang baik dan optimal.

Petani sebagai pelaku utama, ternyata dalam beberapa hasil penelitian justru pengetahuan mereka tentang teknologi, analisis usahatani itu sendiri sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani yang cukup lama yang membuat mereka masih sulit mengadopsi inovasi teknologi pertanian yang sudah maju. Bukan hanya dari segi teknik dan peralatan usahatani, tetapi juga dari inovasi sistem budidaya usahatani yang baru.

INTI SARI SOSIOLOGI PERTANIAN

Setiap manusia sejak lahir di dunia, telah berhubungan dengan orangtua, meningkat usianya bertambah luas pergaulannya dengan manusia lain di dalam masyarakat. Selama hidupnya, telah menjadi anggota masyarakat dan sudah memiliki pengalaman-pengalaman dalam hubungan sosial atau hubungan antar manusia. Mereka menyadari bahwa kebudayaan dan peradaban merupakan bagian dari pengalaman-pengalaman dalam suatu hubungan sosial.

Secara sepintas manusia mengetahui bahwa mereka memiliki persamaan-persamaan, sedangkan dalam hal lain mereka memiliki sifat-sifat yang khas antara individu yang satu dengan yang lain. Semuanya merupakan pengetahuan yang bersifat sosiologis karena ikut sertanya mereka di dalam hubungan-hubungan sosial dan membentuk kebudayaan masyarakatnya dan kesadaran akan adanya kebersamaan dan perbedaan dengan orang-orang lain memberikan gambaran tentang objek yang dipelajari yaitu sosiologi.

Pemikiran terhadap masyarakat lambat laun mendapat bentuk sebagai suatu ilmu pengetahuan yang kemudian dinamakan sosiologi, pertama kali terjadi di benua Eropa. Sosiologi pada tahun 1839 berasal dari kata latin socius yang berarti “kawan” dan kata Yunani logos yang berarti “kata” atau “berbicara”. Jadi sosiologi “berarti berbicara mengenai masyarakat”.

Sejarah sosiologi berasal dari ilmu filsafat yang lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan. Sosiologi menjadi ilmu berdiri sendiri karena meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Sosiologi, menurut Comte, harus dibentuk berdasarkan pengamatan terhadap masyarakat bukan merupakan spekulasi.

Sosiologi pertanian merupakan cabang dari ilmu sosiologi, yang merupakan suatu disiplin ilmu yang lahir dan berkembang di Eropa (khususnya di Jerman). Sosiologi Pertanian lahir dan berkembang sebagai respon terhadap perkembangan yang terjadi di Barat-Utara saat ini, khususnya dengan semakin menipisnya perbedaan antara desa dan kota.

Menurut Ulrich Planck (1990), sosiologi pertanian membahas fenomena sosial dalam bidang ekonomi pertanian. Sosiologi pertanian sebenarnya sama dengan sosiologi pedesaan, tetapi hanya sejauh penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja.sosiologi pertanian adalah penduduk yang bertani tanpa memperhatikan tempat tinggal. Selanjutnya menurut Ulrich Planck (1990), sosiologi pertanian adalah undang-undang pertanian, organisasi sosial  pertanian (struktur pertanian), usaha pertanian, bentuk organisasi pertanian, terutama koperasi pertanian, dan sebuah aspek penting yakni posisi petani dalam masyarakat.

Sosiologi pertanian memfokuskan mempelajari tentang aspek-aspek sosial kehidupan masyarakat pedesaan antara lain mencakup proses-proses, interaksi dan struktur yang terjadi di masyarakat pedesaan yang sebagian besar berprofesi dalam bidang pertanian.

Adapun tujuan sosiologi pertanian adalah sebagai berikut:

  1. Memahami masyarakat pedesaan dan masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan menelaah hubungan-hubungannya.
  2. Memahami dan menganalisis tingkah laku, sikap, perasaan, motif dan kegiatan petani yang pada umumnya hidup dilingkungan pedesaan, sehingga memperbaiki kehidupan masyarakat pedesaan dan pertanian pada khususnya.

Sedangkan kegunaan sosiologi pertanian adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan data mengenai struktur pedesaan. Kecenderungan dan perkembangan sosial, harapan, dan tuntutan meraka dalam perencanaan.
  2. Sosiologi pertanian dapat membantu para policy maker dalam menentukan kebijakan pembangunan pertanian.

PENGANTAR PERLINDUNGAN TANAMAN

Dalam proses budidaya tanaman banyak kendala yang kita hadapi, salah satu kendala tersebut adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Salah satu contoh serangan penyakit yang pernah dicatat dunia internasional adalah penyakit hawar daun kentang yang ditimbulkan oleh cendawan Phytophthora infestans. Penyakit ini mempunyai makna sejarah yang penting di Eropa, karena pada periode tahun 1830-1845 penyakit ini menimbulkan kerusakan pada pertanaman kentang di Eropa. Kerusakan yang ditimbulkan penyakit tersebut menimbulkan kelaparan besar di Irlandia dan beberapa Negara di Eropa yang mengakibatkan ratusan ribu penduduk meninggal. Peristiwa ini dikenal sebagai The Great Famine (Romero dan Erwin, 1969; Semangun, 1989). Sejak saat itu, penyakit ini telah menjadi kendala utama produksi tanaman kentang terutama di daerah yang beriklim sejuk dan lembab.

Sudah sejak lama keberadaan herbivora yang kemudian kita sebut sebagai hama berada di bumi. Pada zaman Nabi Musa telah diceritakan dalam kitab suci Al Quran bahwa salah satu bentuk teguran Allah SWT terhadap keangkuhan firaun kala itu adalah ladang gandum yang begitu luas diserang oleh belalang sehingga penduduk mesir gagal panen. Inilah sejarah tertua mengenai serangan hama terhadap tanaman yang dibudidayakan oleh manusia.

Untuk kasus di Indonesia, pada tahun 1980-an pohon lamtoro didatangkan dari Amerika ke Indonesia. Secara tidak sengaja, kutu loncat Heteropsylla cubana yang merupakan hama lamtoro juga terikut dan mengakibatkan daun-daun lamtoro mati. Keberadaan hama tersebut sulit dikendalikan karena merupakan hama baru di Indonesia. Usaha pengendalian kutu loncat lamtoro dilakukan dengan cara mendatangkan predator Curinus coeruleus Mulsant yang berasal dari Hawai karena merupakan predator dari kutu loncat Heteropsylla cubana. Kasus tersebut kemudian meningkatkan kewaspadaan pemerintah Indonesia dalam memasukkan tanaman baru ke dalam negara kita karena satu serangga mampu menghancurkan hamparan tanaman jika kondisi lingkungannya sesuai dan memungkinkan mereka berkembangbiak hingga populasinya melebihi ambang batas. Jika hal tersebut terjadi, maka akan terjadi outbreak sehingga gagal panen yang berujung pada stabilitas pangan penduduk.

Dua contoh di atas menunjukkan bahwa betapa pentingnya menjaga tanaman budidaya dari ancaman, seperti hama ataupun penyakit. Tanaman bukan hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tanaman juga merupakan satu-satunya produsen bagi makhluk hidup lainnya dimuka bumi yang bisa dimanfaatkan sebagai penghasil oksigen, bahan baku obat-obatan, kosmetika, tekstil, bahan papan dan sumber keindahan (tanaman hias).