Contah Surat Perjanjian Penerbitan

Surat Perjanjian Penerbitan

Antara Penerbit INTI MEDIATAMA dengan Penulis

Nomor: [nomor surat]

 

Pada hari ini, tanggal [tanggal perjanjian], yang bertanda tangan di bawah ini:

  1. Ahmad Mawardi, dalam hal ini bertindak sebagai perwakilan Penerbit CV. INTI MEDIATAMA yang pada Surat Perjanjian Penerbitan disebut Pihak Pertama.
  2.    [nama penulis] : Penulis naskah buku “[judul buku]” beralamat di [alamat penulis], yang pada Surat Perjanjian Penerbitan disebut Pihak Kedua.
  3. Bersepakat untuk mengadakan perjanjian sebagai berikut:

Pasal 1

Kesepakatan Perjanjian antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua adalah dalam kegiatan penerbitan naskah buku berjudul “[judul_buku]”, yang merupakan karya Pihak Kedua dengan memakai ISBN dari Penerbit INTI MEDIATAMA.

 Pasal 2

Pihak Kedua menjamin Pihak Pertama bahwa Naskah yang akan diterbitkan merupakan hasil karyanya sendiri dan isinya tidak mengandung unsur pornografi, menyinggung SARA, dan hal-hal yang melanggar hukum atau norma.

Pasal 3

  1. Pihak Pertama tidak akan menjual atau mengedarkan buku karya Pihak Kedua tanpa persetujuan dari Pihak Kedua.
  2. Jika Pihak Kedua meminta Pihak Pertama untuk menjual dan mengedarkan bukunya, baik dalam bentuk cetak atau E-book maka semua biaya pengadaannya ditanggung oleh Pihak Kedua. Mengenai ketentuan yang berhubungan dengan poin ini akan dibuat sebuah surat kontrak penerbitan baru yang ditandatangani kedua belah pihak di atas meterai.

   Pasal 4

  1. Isi seluruh naskah buku di luar tanggung jawab Pihak Pertama. Oleh karenanya, apabila ada permasalahan hukum yang bersangkutan dengan isi buku maka Pihak Pertama lepas dari tanggung jawab.
  2. Pihak Pertama akan menyerahkan buku yang sudah diterbitkan sebanyak tiga eksemplar ke Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah. Sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak Dan Karya Rekam (Pasal 2)

Serah Simpan Karya Cetak dan karya Rekam

3. Hal-hal yang tercantum pada materi cara penerbitan buku di website Penerbit yang pernah dipublish mempunyai kekuatan hukum seperti pasal-pasal dalam Surat Perjanjian Penerbitan ini.

4. Hal-hal yang belum tercantum dalam Surat Perjanjian Penerbitan akan dibicarakan dan diputuskan oleh kedua belah pihak dan keputusan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Surat Perjanjian Penerbitan.

5. Bila antara kedua belah pihak terjadi perbedaan pendapat dalam pelaksanaan perjanjian maka akan diadakan musyawarah secara baik-baik.

6. Surat Perjanjian Penerbitan ini secara keseluruhan maupun parsial tidak terpisah dari ketentuan-ketentuan Penerbit,  termasuk paket-paket penerbitannya.

Tentang ISBN

PENGERTIAN ISBN

ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

FUNGSI ISBN

  1. Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
  2. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku
  3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London

STRUKTUR ISBN

Nomor ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN didepannya. Nomor tersebut terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan struktur sebagai berikut:

Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9

  • Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978
  • Kode kelompok (group identifier) = 602 (Default)
  • Kode penerbit (publisher prefix) = 8519
  • Kode Judul (title identifier) = 93
  • Angka pemeriksa (check digit) = 9
Terbitan yang dapat diberikan ISBN:
  1. Buku tercetak (monografi) dan pamphlet
  2. Terbitan Braille
  3. Buku peta
  4. Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif
  5. Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD
  6. Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet)
  7. Salinan digital dari cetakan monograf
  8. Terbitan microform
  9. Software edukatif
  10. Mixed-media publications yang mengandung teks
Terbitan yang tidak dapat diberikan ISBN:
  1. Terbitan yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.)
  2. Iklan
  3. Printed music
  4. Dokumen pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik)
  5. Kartu ucapan
  6. Rekaman musik
  7. Software selain untuk edukasi termasuk game
  8. Buletin elektronik
  9. Surat elektronik
  10. Permainan
Pencantuman ISBN

ISBN ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:

ISBN 978-602-8519-93-9

Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:

  1. Bagian bawah pada sampul belakang (back cover)
  2. Verso (dibalik halaman judul) (halaman copyright)
  3. Punggung buku (spine) untuk buku tebal , bila keadaan memungkinkan

Sumber: http://isbn.perpusnas.go.id/Home/InfoIsbn