Kumpulan Puisi Umar Pallanyu

BOCAH KECIL

Bocah kecil
Berbaju dekil
Datang padaku
Di bulan merah jambu
Dari rumah ke rumah melangkah
Tidak mengenal lelah
Segenggam pengharapan
Demi bisa makan

Bocah kecil
Berbaju dekil
Berjalan gontai
Di jalanan ramai
Matanya menari-nari
Sambil mencari-cari
Di atas air yang keruh
Bermandikan peluh

Kau begitu polos dan lugu
Memandang kotamu yang membisu
Kembali ke kolong jembatan
Tanpa masa depan

Karya Umar Pallanyu
LATAMBAGA

Latambaga demikian namanya
Seekor kuda berwarna tembaga
Yang lahir di daerah maiwa
Sangat kuat karena terpelihara
Oleh Si Pemilik  kuda

Kuda itu tugasnya cukup berat
Barang dagangan yang harus dia angkut
Dari desa-desa yang berbukit-bukit
Jangkauannya memang sulit
Demi yang namanya duit

Itulah tugasnya mengangkut bermacam beban
Dari satu desa ke desa yang lain
Usianya juga bertambah dari tahun ke tahun
Seirama dengan tenaganya yang mulai menurun
Ditambah matanya yang sudah rabun

Di suatu pagi kuda itu bertugas seperti biasa
Melalui perbukitan berbatu cadas dengan tuannya
Untuk menyenangkan majikannya
Tapi tulang dan ototnya tak lagi seperti sediakala

Di sebuah tanjakan kuda itu nampak terhayung
Nafasnya menderu sambil berjuang
Seolah ingatannya mulai hilang
Setelah pandangannya berkunang-kunang
Lalu terhempas ke batu sembari mengerang

Majikan pun mengayunkan cambuk ke punggungnya
Sang kuda tak bergeming dari tempatnya
Dia sangat kelelahan karena tak berdaya
Karena usianya memang cukup tua

Pada saat mulai melemah nafasnya
Nampak berkelejat tubuhnya
Matanya membelalak terbuka
Kemudian diam selama-lamanya

Karya Umar Pallanyu

Buku Kumpulan Puisi Umar Pallanyu ini merupakan kumpulan dari puisi-puisi yang dibuat oleh ayahanda Umar Pallanyu yang juga seorang guru. Semasa hidup, beliau mempelajari dan mulai menulis puisi-puisinya sejak tahun 2003 dan 2004, hingga berlanjut pada 2012 sampai puisi terakhirnya di 2013. Tim Penyusun Inti Media mengumpulkan puisinya dalam buku ini.

Beliau menempuh pendidikan Sarjana Muda pada Jurusan Pendidikan Sosial di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Enrekang. Beliau mengabdikan diri sebagai Guru dan mengajar Bahasa Inggris di SMP sejak tahun 1971 dan pensiun di tahun 2007. Beliau dikenal sebagai guru yang sangat tegas, disiplin dan relijius.

Hobinya yang suka menulis, membaca buku dan mendengarkan syair-syair lagu klasik membuatnya tertarik untuk belajar menulis puisi. Puisi-puisinya tergolong puisi lama dan bersajak. Disajikan secara sederhana, berisi cerita dan nasehat-nasehat tentang kehidupan.